Ikatan Ion
A. Struktur Gas Mulia

Gas mulia merupakan unsur dengan kondisi yang paling stabil di antara unsur-unsur lainnya, berkaitan dengan struktur elektron pada kulit terluar (elektron valensi).

A2A222He: 2 → duplet

A10A2102Ne: 28 → oktet

A18A2182Ar: 288

A36A2362Kr: 28188

A54A2542Xe: 2818188

A86A2862Rn: 281832188

Unsur-unsur lainnya dapat mencapai kondisi duplet atau oktet dengan cara melepas atau menerima elektron.

B. Ikatan Ion (Elektrovalen)

Suatu unsur dapat melepas elektron sehingga membentuk ion positif (kation). Elektron yang dilepas tersebut akan diterima oleh unsur lain yang membentuk ion negatif (anion). Kedua unsur tersebut akan membentuk ikatan yang disebut ikatan ion atau ikatan elektrovalen.

Unsur yang melepas elektron sehingga mencapai kondisi duplet atau oktet berada pada golongan IA, IIA dan IIIA (alumunium).

Sedangkan unsur yang menerima elektron sehingga berada pada kondisi oktet berada pada golongan VA, VIA dan VIIA.

 

Contoh:

Ikatan NaCl

Ikatan antara unsur natrium dan klorin merupakan ikatan ion, dimana natrium akan melepas 1 elektron dan membentuk ion positif, sedangkan klorin akan menerima 1 elektron dan membentuk ion negatif.

Pembentukan ion NaA+ dan ClA

A11A2112Na: 281NaNaA++eNaA+: 28A17A2172Cl: 287Cl+eClAClA: 288

Satu elektron yang dilepas oleh atom Na akan diterima oleh atom Cl.

 

Reaksi antara atom Na dan Cl

NaNaA++eCl+eClA(+)Na+ClNaA++ClANa+ClNaCl

Rumus Lewis NaCl

Rendered by QuickLaTeX.com

 

Perlu diperhatikan bahwa elektron yang dilepas oleh atom Na tidak sungguh-sungguh dilepaskan. Atom Na tidak kehilangan elektron tersebut, hanya elektron tersebut berada lebih dekat ke atom Cl. Elektron berada lebih dekat ke atom Cl karena unsur Cl memiliki keelektronegatifan lebih besar daripada unsur Na (Cl lebih negatif dan Na lebih positif).

 

Rendered by QuickLaTeX.com

 

Elektron berada di antara atom Na dan atom Cl. Elektron tersebut mendapat gaya tarik dari inti atom Na dan inti atom Cl. Gaya tarik inti terhadap elektron ini yang membentuk ikatan antara atom Na dan atom Cl.

 

Rendered by QuickLaTeX.com

 

Letak elektron dalam orbital

A11A2112Na: [Ne] 3sA1

  \begin{document} \electron{3s}{\up} \end{document}

A17A2172Cl: [Ne] 3sA2 3pA5

  \begin{document} \electron{3s}{\updwn} \quad \electron{3p}{\updwn \updwn \up} \end{document}

Satu elektron Na pada orbital 3s akan berpindah ke Cl pada orbital 3pAz sehingga orbital pada ion ClA menjadi:

  \begin{document} \electron{3s}{\updwn} \quad \electron{3p}{\updwn \updwn \updwn} \end{document}

C. Ikatan Ion Non Oktet

Beberapa unsur dapat membentuk ikatan ion walaupun tidak mencapai kondisi duplet/oktet. Misalnya:

FeA3+: [Ar] 3dA5

CuA2+: [Ar] 3dA9

ZnA2+: [Ar] 3dA10

AgA+: [Kr] 4dA10

PbA2+: [Xe] 4dA14 5dA10 6sA2

D. Ciri-ciri Ikatan Ion
  • Ikatan antara atom yang melepas elektron dan atom yang menerima elektron
  • Ikatan antara atom logam dan nonlogam
  • Kedua atom memiliki selisih nilai keelektronegatifan besar (umumnya memiliki selisih lebih dari 1,8)
  • Memiliki ikatan yang sangat kuat
  • Bersifat konduktor panas dan konduktor listrik dalam wujud padat dan cair
  • Umumnya memiliki wujud padat pada suhu kamar (25°C), kecuali raksa memiliki wujud cair
SOAL LATIHAN

--- Buka halaman ini ---

(Next Lesson) Ikatan kovalen