Barisan dan Deret

BARISAN DAN DERET

 

A. BARISAN DAN DERET
Rumus
Deret Aritmetika \(U_n = a + (n - 1)b\) \(S_n = \dfrac n2 \left[2a + (n - 1)b \right]\)

\(S_n = \dfrac n2 [a + U_n]\)

Deret Geometri \(U_n = a r^{n - 1}\) \(S_n = \dfrac {a (r^n - 1)}{r - 1}\)
Deret Geometri Tak Hingga \(S_{\sim} = \dfrac {a}{1 - r}\)
B. PERHITUNGAN BUNGA

Bunga Tunggal

\(M = M_o \:.\: (1 + n \:.\: i)\)

Bunga Majemuk

\(M = M_o \:.\: (1 + i)^n\)

 

 

Bunga Tunggal

Bunga tunggal adalah bunga yang dikenai pada pokok awal saja.

Misalnya seseorang menyimpan uang di bank sebesar Rp 1.000.000 dan mendapat bunga 5% setahun.

Perhitungan bunga dan simpanan akhir

Tahun Jumlah Bunga Jumlah Akhir
1 Rp 1.000.000 × 5% = Rp 50.000 Rp 1.000.000 + Rp 50.000

Rp 1.050.000

2 Rp 1.000.000 × 5% = Rp 50.000 Rp 1.050.000 + Rp 50.000

Rp 1.100.000

3 Rp 1.000.000 × 5% = Rp 50.000 Rp 1.100.000 + Rp 50.000

Rp 1.150.000

Perhatikan bahwa jumlah akhir yang tercantum pada tabel di atas adalah jumlah untuk akhir tahun.

Jadi, jumlah pada akhir tahun ke 1 adalah Rp 1.050.000, jumlah pada akhir tahun ke 2 adalah Rp 1.100.000. Dan seterusnya.

 

 

Bunga Majemuk

Bunga majemuk adalah bunga yang dikenai pada pokok tahun sebelumnya.

Misalnya seseorang menyimpan uang di bank sebesar Rp 1.000.000 dan mendapat bunga 5% setahun.

Perhitungan bunga dan simpanan akhir

Tahun Jumlah Bunga Jumlah Akhir
1 Rp 1.000.000 × 5% = Rp 50.000 Rp 1.000.000 + Rp 50.000

Rp 1.050.000

2 Rp 1.050.000 × 5% = Rp 52.500 Rp 1.050.000 + Rp 52.500

Rp 1.102.500

3 Rp 1.102.500 × 5% = Rp 55.125 Rp 1.102.500 + Rp 55.125

Rp 1.157.625

Perhatikan bahwa jumlah akhir yang tercantum pada tabel di atas adalah jumlah untuk akhir tahun.

Jadi, jumlah pada akhir tahun ke 1 adalah Rp 1.050.000, jumlah pada akhir tahun ke 2 adalah Rp 1.102.500. Dan seterusnya.

 

Dari kedua perbandingan di atas, dapat disimpulkan menyimpan uang dalam skema bunga majemuk akan memberikan imbal hasil yang lebih besar daripada skema bunga tunggal.