A. HUKUM KEKEKALAN MASSA (LAVOISIER)
Hukum kekekalan massa, atau kadang disebut dengan hukum Lavoisier menyatakan bahwa:
dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama
\(\ce{A + B -> C}\)
Massa A + Massa B = Massa C
B. HUKUM PERBANDINGAN TETAP (PROUST)
Hukum perbandingan tetap atau hukum Proust menyatakan bahwa:
Perbandingan massa unsur – unsur dalam suatu senyawa selalu tetap
Menentukan perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa
Perbandingan massa nitrogen dan oksigen dalam senyawa \(\ce{N2O5}\) dapat ditentukan dengan cara:
\begin{equation*} \begin{split} \text{massa nitrogen} : \text{massa oksigen} & = (2 \times \text{Ar N}) : (5 \times \text{Ar O}) \\\\ \text{massa nitrogen} : \text{massa oksigen} & = (2 \times 14) : (5 \times 16) \\\\ \text{massa nitrogen} : \text{massa oksigen} & = 28 : 80 \\\\ \text{massa nitrogen} : \text{massa oksigen} & = 7 : 20 \end{split} \end{equation*}
C. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA (DALTON)
Hukum perbandingan berganda atau hukum Dalton menyatakan bahwa:
Apabila 2 unsur dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa, perbandingan massa unsur dalam kedua senyawa tersebut akan merupakan bilangan bulat dan sederhana
Contoh
Terdapat 3 jenis senyawa nitrogen oksida, yaitu \(\ce{NO}\), \(\ce{NO2}\) dan \(\ce{N2O5}\).
Tentukan:
(A) perbandingan jumlah oksigen untuk jumlah nitrogen yang sama
(B) perbandingan jumlah nitrogen untuk jumlah oksigen yang sama
(A) perbandingan jumlah oksigen untuk jumlah nitrogen yang sama
\(\ce{NO : NO2 : N2O5}\)
\(\ce{N2O2 : N2O4 : N2O5}\)
Maka perbandingan massa unsur oksigen adalah \(2 : 4 : 5\)
(B) perbandingan jumlah nitrogen untuk jumlah oksigen yang sama
\(\ce{NO : NO2 : N2O5}\)
\(\ce{N10O10 : N5O10 : N4O10}\)
Maka perbandingan massa unsur nitrogen adalah \(10 : 5 : 4\)
D. HUKUM AVOGADRO
Hukum Avogadro menyatakan bahwa:
Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang mempunyai volume sama akan memiliki jumlah molekul yang sama
\(\dfrac {\text{jumlah molekul A}}{\text{Volume A}} = \dfrac {\text{jumlah molekul B}}{\text{Volume B}} \)
\(\dfrac {\text{N}_{\text{A}}}{\text{V}_{\text{A}}} = \dfrac {\text{N}_{\text{B}}}{\text{V}_{\text{B}}} \)
Karena jumlah molekul suatu zat berbanding lurus dengan mol zat tersebut, maka rumus di atas dapat ditulis juga:
\(\dfrac {\text{mol A}}{\text{Volume A}} = \dfrac {\text{mol B}}{\text{Volume B}} \)
\(\dfrac {\text{n}_{\text{A}}}{\text{V}_{\text{A}}} = \dfrac {\text{n}_{\text{B}}}{\text{V}_{\text{B}}} \)
Dalam suatu reaksi, jumlah atom/molekul berbanding lurus dengan koefisien reaksinya.
Contoh:
\begin{equation*} \begin{array} {ccccc} & {\color {red} 1} \: \ce{N2(g)} & + & {\color {red} 3} \: \ce{H2(g)} & \ce{->} & {\color {red} 2} \: \ce{NH3(g)} \\\\ & \text{N} \text{ molekul} && 3\text{N} \text{ molekul} && 2\text{N} \text{ molekul} \end{array} \end{equation*}
D. HUKUM PERBANDINGAN VOLUME (GAY LUSSAC)
Hukum perbandingan volume, ditemukan oleh Joseph Louis Gay-Lussac, menyatakan bahwa:
Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana
Bilangan bulat dan sederhana yang dimaksud di atas adalah koefisien reaksi gas-gas yang saling bereaksi, Contohnya:
\({\color {red} 1} \: \ce{N2(g) +} {\color {red} 3} \: \ce{H2(g) ->} {\color {red} 2} \: \ce{NH3(g)}\)
Perbandingan volume \(\ce{N2 : H2 : NH3 = 1 : 3 : 2}\)
Harap diingat bahwa perbandingan di atas hanya berlaku untuk zat berwujud gas saja.