A. STOIKIOMETRI REAKSI
Koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol dari zat-zat yang bereaksi
\(\ce{2 C2H6 (g) + 7 O2 (g) -> 4 CO2 (g) + 6 H2O (l)}\)
\(\ce{mol C2H4 : O2 : CO2 : H2O = 2 : 7 : 4 : 6}\)
Kadar zat adalah persentase zat tertentu yang terkandung dalam sebuah campuran.
Rumus-rumus mol
(1) \(\text{n} = \dfrac {\text{N}}{\text{N}_{\text{A}}}\)
(2) \(\text{n} = \dfrac {\text{m}}{\text{Mr}}\)
(3) \(\text{n} = \dfrac {\text{V}}{\text{22,4}}\) kondisi STP (0ºC dan 1 atm)
(4) \(\text{n} = \dfrac {\text{V}}{\text{24,4}}\) kondisi RTP (25ºC dan 1 atm)
(5) \(\text{ P} . \text{V} = \text{n} . \text{R} . \text{T}\)
(6) \(\text{n} = \text{V} \:.\: \text{M}\)
(7) \(\text{M} = \dfrac{\rho \:.\: \% \:.\: 10}{\text{Mr}}\)
(8) Gas-gas pada suhu dan tekanan yang sama, \(\dfrac {\text{n}_{\text{A}}}{\text{V}_{\text{A}}} = \dfrac {\text{n}_{\text{B}}}{\text{V}_{\text{B}}}\)
B. SENYAWA HIDRAT
Hidrat adalah zat yang mengandung molekul air dan membentuk kristal.
Misalnya \(\ce{BaCl2. 4H2O}\), yang mengandung 4 molekul air. Saat dipanaskan, 4 molekul air akan terlepas.
\(\ce{BaCl2. 4H2O -> BaCl2 + 4 H2O}\)
C. PEREAKSI PEMBATAS
Dalam sebuah reaksi, jumlah zat-zat yang bereaksi berbanding lurus dengan koefisien reaksinya. Misalnya:
\(\ce{N2 (g) + 3 H2 (g) -> 2 NH3 (g)}\)
1 mol gas \(\ce{N2}\) tepat bereaksi dengan 3 mol gas \(\ce{H2}\)
Apabila mula-mula disediakan 3 mol gas \(\ce{N2}\) dan 3 mol gas \(\ce{H2}\), maka yang bereaksi adalah 1 mol gas \(\ce{N2}\) dan 3 mol gas \(\ce{H2}\). Setelah gas \(\ce{H2}\) habis, reaksi akan berhenti dan terdapat sisa 2 mol gas \(\ce{N2}\). Zat \(\ce{H2}\) disebut pereaksi pembatas (limiting reactant).
Dalam suatu reaksi, pereaksi pembatas adalah zat yang habis lebih dulu
D. RUMUS EMPIRIS DAN RUMUS MOLEKUL
Rumus molekul atau rumus senyawa adalah cara penulisan dari suatu molekul atau senyawa.
Misalnya \(\ce{C4H10, C6H6, NH3}\) dan lain-lain.
Rumus empiris adalah bentuk yang disederhanakan dari rumus molekul. Misalnya rumus molekul \(\ce{C4H10}\) memiliki rumus empiris \(\ce{C2H5}\). Kadang rumus empiris suatu senyawa sama dengan rumus molekulnya, karena sudah tidak bisa disederhanakan lagi. Misalnya rumus molekul \(\ce{NH3}\) memiliki rumus empiris \(\ce{NH3}\) juga.
Rumus empiris suatu senyawa pada dasarnya merupakan perbandingan mol antara atom-atomnya. Misalnya pada rumus empiris \(\ce{C2H5}\), maka mol C : mol H = 2 : 5.
Rumus struktur adalah gambar yang menunjukkan ikatan antar atom dalam suatu molekul. Sebagai contoh, rumus struktur asam asetat memiliki rumus struktur seperti di bawah ini:
![Rendered by QuickLaTeX.com \begin{document} \chemname {\chemfig{H-C(-[2]H)(-[6]H)-C(=[2]O)- O - H}} {Asam asetat} \end{document}](https://clavius.id/wp-content/ql-cache/quicklatex.com-a2959aab9082f9c572c61719cd17a9f7_l3.png)
Dari rumus struktur di atas, rumus molekul asam asetat adalah \(\ce{CH3COOH}\) atau \(\ce{C2H4O2}\) dan rumus empirisnya adalah \(\ce{CH2O}\).
E. STOIKIOMETRI LARUTAN
1. REAKSI PENETRALAN
1. Asam + Basa \(\ce{->}\) Garam + Air
2. Asam + Oksida Basa \(\ce{->}\) Garam + Air
3. Oksida Asam + Basa \(\ce{->}\) Garam + Air
4. Oksida Asam + Oksida Basa \(\ce{->}\) Garam
5. Gas amonia + Asam \(\ce{->}\) Garam Amonium