Listrik Arus Searah

LISTRIK ARUS SEARAH

 

A. POTENSIAL DAN ARUS LISTRIK
1. Beda Potensial Listrik

Beda potensial listrik adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan dari satu titik ke titik lain.

\begin{equation*} V = \frac{W}{Q} \: \dotso \: \text{ J/C atau Volt}\\ \end{equation*}

 

 

2. Arus Listrik dan Kuat Arus

Bila 2 titik tertentu yang berbeda potensial listriknya dihubungkan dengan kawat penghantar, akan terjadi perpindahan muatan. Aliran muatan yang berpindah disebut arus listrik.

Muatan yang berpindah adalah elektron. Elektron berpindah dari potensial rendah (kutub negatif) menuju potensial tinggi (kutub positif).

 

Rendered by QuickLaTeX.com

 

Arus listrik didefinisikan mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Kuat arus adalah banyaknya muatan yang mengalir setiap detik.

\begin{equation*} I = \frac{Q}{t} \: \dotso \: \text{ Ampere} \end{equation*}

\(Q_{\text{elektron}} = 1,6 \times 10^{-19} \text{ C}\)

B. HAMBATAN DAN RESISTOR
1. Hambatan Dalam Kawat

Hambatan dalam kawat kawat penghantar:

\begin{equation*} R = \rho \: \frac{l}{A} \end{equation*}

\(R\) = hambatan dalam kawat penghantar (\(\Omega\))

\(\rho\) = hambat jenis kawat penghantar (\(\Omega m\))

\(l\) = panjang kawat penghantar (\(m\))

\(A\) = luas penampang kawat penghantar (\(m^2\))

 

 

2. Hambatan Dalam Resistor

Rangkaian Seri

Rendered by QuickLaTeX.com

Hambatan pengganti

\(R_T = R_1 + R_2\)

Rangkaian Paralel

Rendered by QuickLaTeX.com

Hambatan pengganti

\(\dfrac{1}{R_T} = \dfrac{1}{R_1} + \dfrac{1}{R_2}\)

 

 

3. Pengaruh Suhu Pada Hambatan

Perubahan suhu berbanding lurus dengan perubahan hambatan.

\begin{equation*} \begin{split} \Delta R & = \alpha \:.\: R_o \:.\: \Delta T \end{split} \end{equation*}

 

\begin{equation*} \begin{split} R_T & = R_o + \Delta R \\\\ R_T & = R_o + \alpha \:.\: R_o \:.\: \Delta T \\\\ R_T & = R_o \: (1 + \alpha \:.\: \Delta T) \end{split} \end{equation*}

\(\Delta R\) = perubahan hambatan (\(Ω\))

\(R_o\) = hambatan pada suhu mula-mula

\(R_T\) = hambatan pada suhu akhir

\(\alpha\) = hambat jenis (\(/^{\text{o}} \text{C}\))

\(\Delta T\) = perubahan suhu (\(/^{\text{o}} \text{C}\))

 

 

4. Rangkaian Khusus Jembatan Wheatstone

Tiga tipe rangkaian Jembatan Wheatstone:

 

Rendered by QuickLaTeX.com

\(R_1 \:.\: R_3 = R_2 \:.\: R_4\)

Tidak ada arus yang mengalir melalui Amperemeter.

 

 

Rendered by QuickLaTeX.com

\(R_1 \:.\: R_3 = R_2 \:.\: R_4\)

Tidak ada arus yang mengalir melalui Amperemeter.

 

 

Rendered by QuickLaTeX.com

\(R_1 \:.\: R_3 = R_2 \:.\: R_4\)

Tidak ada arus yang mengalir melalui Amperemeter.

 

 

Delta Star Connection

Jika \(R_1 \:.\: R_3 \neq R_2 \:.\: R_4\), maka rangkaian diubah dengan menggunakan metode Delta To Star Connection.

 

Rendered by QuickLaTeX.com

\(A = \dfrac{P\:.\:Q}{P + Q + R}\)

 

\(B = \dfrac{P\:.\:R}{P + Q + R} \)

 

\(C = \dfrac{Q\:.\:R}{P + Q + R}\)

C. HUKUM OHM

\(V = I \:.\: R\)

V = beda potensial di antara ujung-ujung hambatan (Volt)

I = kuat arus yang mengalir dalam hambatan (Ampere)

R = hambatan (Ohm)

 

 

1. Rangkaian Seri

Rendered by QuickLaTeX.com

 

Hambatan pengganti

\(R_T = R_1 + R_2\)

Kuat arus

Kuat arus sama.

\(I_1 = I_2 = I\)

Beda potensial

Beda potensial berbeda.

\(V = V_1 + V_2\)

\(V_1 = I \:.\: R_1\)

\(V_2 = I \:.\: R_2 \)

 

 

2. Rangkaian Paralel

Rendered by QuickLaTeX.com

 

 

Hambatan pengganti

\(\dfrac{1}{R_T} = \dfrac{1}{R_1} + \dfrac{1}{R_2}\)

Kuat arus

Kuat arus berbeda.

\(I = I_1 + I_2\)

\(I_1 = \dfrac {V_1}{R_1}\)

\(I_2 = \dfrac {V_2}{R_2}\)

Beda potensial

Beda potensial sama.

\(V = V_1 = V_2 \)

 

 

3. Tegangan Jepit

Tegangan jepit merupakan beda potensial antara ujung-ujung sumber listrik (baterai)

 

Rendered by QuickLaTeX.com

 

Tegangan jepit dapat ditentukan dengan:

\begin{equation*} \begin{split} V_{\text{jepit}} & = E - V_r \\\\ V_{\text{jepit}} & = E - I \:.\: r \end{split} \end{equation*}

Apabila hambatan di dalam sumber listrik(baterai) diabaikan, maka \(V = E\).

D. HUKUM KIRCHOFF
1. Hukum Kirchoff 1

Jumlah arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik percabangan

 

Rendered by QuickLaTeX.com

\(\sum I_{\text{masuk}} = \sum I_{\text{keluar}} \)

\(I_1 + I_2 = I_3 + I_4\)

 

 

2. Hukum Kirchoff 2

Beda potensial antara dua titik:

\(V_{AB} = \Sigma E + \Sigma (I \:.\: R) \)

 

Contoh:

Rendered by QuickLaTeX.com

\(V_{AB} = E_1 - E_2 + I \:.\: (R_1 + R_2) \)

 

 

Pada rangkaian tertutup

\(\Sigma E + \Sigma (I \:.\: R) = 0\)

 

Contoh:

Rendered by QuickLaTeX.com

\(- E_1 + E_2 + I \:.\: (R_1 + R_2 + R_3) = 0\)

E. ENERGI DAN DAYA LISTRIK
1. Energi listrik

\begin{equation*} W = V \:.\: I \:.\: t \: \dotso \text{ Joule} \end{equation*}

 

Karena \(V = I \:.\: R\), maka:

\begin{equation*} \begin{split} W & = V \:.\: I \:.\: t \\\\ W & = I^2 \:.\: R \:.\: t \\\\ W & = \frac{V^2}{R} \:.\: t \end{split} \end{equation*}

 

 

2. Daya listrik

\begin{equation*} P = \frac{W}{t} \text{ Watt} \end{equation*}

 

Dengan mensubstitusikan \(W = V \:.\: I \:.\: t\) dan \(V = I \:.\: R\), dapat dibuat kombinasi rumus untuk daya:

\begin{equation*} \begin{split} P & = \frac{W}{t} \\\\ P & = \frac{V \:.\: I \:.\: \cancel {t}}{\cancel {t}} \\\\ P & = V \:.\: I \\\\ P & = I^2 \:.\: R \\\\ P & = \frac{V^2}{R} \end{split} \end{equation*}

 

 

3. Efisiensi

\begin{equation*} \eta = \frac{P_{\text{output}}}{P_{\text{input}}} \times 100 \% \end{equation*}